Bicara di Depan Umum

Sedikit menorehkan kata, lebih tepatnya curhat.

Sudah jadi rahasia umum, dari dulu saya selalu menghindar kalo diminta ngomong di depan umum. Jangankan ngomong, di rapat aja agak gimana gitu kalo ga terpaksa. Kalo ga percaya bisa dicek ke temen-temen saya semasa di kampus. Bahkan suami saya juga ikutan gemes, hehe..

Padahal di buku catatatn mimpi saya, tertulis bahwa saya ingin membina majelis taklim. Biasanya majelis taklim itu kan kelas besar. Mau ga mau ya harus ngomong.

Hmm, rasanya saya terkungkung dengan kondisi yang saya buat sendiri. Keinginan besar yang tidak diimbangi dengan usaha. Mau sampai kapan?

Hingga kemarin, saat membahas usulan agenda buat para pelajar di daerah, saya nyeplos kasih usul. Dan entah kenapa, temen saya langsung menunjuk saya sebagai salah satu pembicaranya.

Agak kaget tapi tetep santai. Entah kenapa kali ini tidak ada rasa deg-degan atau grogi. Santai banget. Cuma fokus di doa dan usaha. Dan alhamdulillah, untuk pertama kalinya, kemarin saya ngomong di atas panggung selama sejam lebih, di hadapan puluhan pelajar. Dan yang bikin senang, mereka antusias, aktif, banyak bertanya. Alhamdulillah.

Ternyata begini to rasanya, tidak semengerikan yang dibayangkan.

Udah gitu aja. Itung-itung buat latihan nulis lagi, setelah 4 tahun lebih vakum ga nulis, hiks..

*sungkem ke suami

2 thoughts on “Bicara di Depan Umum

  1. edy

    memang bu … segalanya kalau sudah dicoba, apalagi sering dilakukan , maka akn menjadi lebih mudah. Kalaupun ada orang yang tidak bisa ngomong di depan forum, menurut saya itu hanya pertama kalinya saja, selanjutnya jika diberi kesempatan lagi , akan lebih lancar.

    Reply
  2. di sekitar

    wah ini masalah yang masih saya alami sampai sekarang, yaitu kesulitan berbicara di depan umum.

    sedang berjuang agar lebih lancar ngomong di depan publik, di awali dari mengisi kultum di kelompok di pondok.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *