Argan Oil Mencegah dan Mengatasi Eksim

Eksim atau dermatitis, atau yang sering disebut eksema adalah salah satu penyakit kulit yang ditandai dengan   peradangan hebat, kulit kering, jerawat, warna kemerah-merahan, mengelupas, dll. Peradangan yang hebat itu menyebabkan terjadinya pelepuhan atau munculnya gelembung kecil (vesikel) hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan.

Penyebab penyakit eksim ini bermacam-macam. Bisa karena alergi zak kimia tertentu (sabun, detergen, pewangi/pelembut pakaian), sinar matahari, ada juga yang terjadi karena alergi obat, tekanan psikis, virus, bahkan ada juga yang penyebabnya tidak jelas. Eksim bisa menular dengan cepat.

Eksim sendiri terbagi menjadi dua bentuk, eksim kering (neurodermatitis) dan eksim basah (dermatitis numularis). Eksim kering ditandai oleh penebalam kulit diertai relief yang nyata. Sedangkan eksim basah ditandai oleh bercak berisisk, berbentuk bulat, berbatas tegas, berbintil-bintil yang ada airnya dan terasa sangat gatal dengan lokasi paling sering pada bagian punggung dan dada.

Apapun jenisnya, eksim sangatlah mengganggu. Anda juga tidak bisa menggunakan sembarang obat untuk mengatasinya, karena bisa jadi akan semakin memperparah keadaan. Salah satu alternatif solusi adalah menggunakan obat alami yang tidak menimbulkan efek samping, yaitu minyak Argan.

Minyak argan merupakan hasil ekstraksi langsung pohon spinosa Argania yang ditemukan di daerah kritis kekring daerah barat daya Maroko. Penduduk asli disana sejak zaman dulu telah menggunakannya sebagai minyak goreng nabati, kosmetik, serta balsem untuk menyembuhkan.

Minyak Argan dapat mengurangi gejala awal munculnya eksim, yaitu kulit kering, karena kandungan asam lemak esensialnya yang tinggi. Selain itu, minyak argan juga bisa melembabkan kulit sehingga kulit terasa nyaman. Minyak argan ini juga bisa digunakan untuk membantu mengobati reaksi alergi dan masalah kekebalan yang berhubungan dengan eksim. Komponen aktif dalam minyak, juga menjaga kulit dari iritasi sehingga tidak menyebabkan gatal-gatal dan kulit kering. Minyak argan juga dapat mengurangi dan mencegah kulit terkelupas.

Nah, berikut ini detail tentang Argan Oil (Minyak Argan)

Utang

Pernah ngutang? Apa yang kamu lakukan kalo misalkan punya utang? Memprioritaskan untuk segera melunasinya ketika sudah ada uang, ataukah mengulur-ulur sampai orang yang dihutangi bosen nagih, bahkan hampir-hampir nyewa debt collector?

Saya sendiri termasuk orang punya utang dimana-mana. Bukannya sombong sih, tapi emang butuh ngutang. Selain itu, belom terasa lengkap persahabatan kalo belom ngutang, hehehe..

Kebiasaan saya dari dulu ketika punya utang adalah mencatatnya dalam buku khusus, mengantisipasi biar ngga lupa, meskipun sebenernya ada peluang untuk tidak membayarnya, karena peluang besar orang yang saya hutangi itu lupa. Tapi saya ngga mau gitu, enak di dunia ngga enak di akhirat. Ngga kuat bayarnya nanti. Orang syahid aja yang dijamin masuk surga tetep harus nyelesein masalah utang-piutangnya sebelum bener-bener dimasukin ke surga sama Allah. Kalo ga salah yang pernah saya denger sih gitu. CMIIW.

Oke.. Lalu bagaimana ketika kita di posisi orang yang dihutangi?

Saya dan suami sendiri, biar ngga kaya-kaya amat, tapi sering dianggap kaya (alhamdulillah), juga ngga sering dihutangi. Macam-macam jalannya. Ada yang emang datang dan ‘nembung’ buat ngutang, ada juga yang ngutangnya berawal dari kerjasama proyek apa gitu.

Mungkin karena salah kita juga sih ya, tidak tegas di awal, ngga pake surat kesepakatan, jadi ya terima resiko. Biasanya orang yang ngajak kerjasama, minta segera kita menunaikan apa yang harus kita lakukan untuk mereka, dengan imbalan sekian rupiah. Namun dalam kenyataannya, setelah tugas kita selesai tertunaikan, ternyata hak yang harusnya kita terima tidak juga tertunaikan. Pfft.. Nyebelin ngga sih? Apalagi untuk orang yang masih sering eslemon kayak saya gini. Pastinya, nyebeliiiinnn banget.

Lalau apa yang seharusnya kita lakukan?

Sebenernya mengingatkan (menagih) orang yang belum menunaikan hak kita itu kan wajib. Bahkan sebenernya kita telah membantu mereka.

Jual Madre Argan Oil

Argan Oil atau lebih dikenal dengan minyak argan merupakan salah satu bahan pembuat kosmetik yang memiliki manfaat sangat besar, terutama untuk kulit, rambut, juga kuku. Selain itu, minyak argan juga bisa digunakan sebagai nutrisi diet yang dicampur dalam makanan. Oleh sebab itulah, minyak ini begitu populer di daerah Eropa.

Minyak argan ini berfungsi sebagai nutrisi kulit yang bekerja dengan cepat, jauh lebih cepat dari kosmetik pada umumnya.

Madre Argan Oil Pure natural dan organik dengan sertifikasi Ecocert, Argan oil dari sari biji buah argan yang hanya ada diMaroko terbukti ampuh dari zaman dulu sbagai tradisi kecantikan tradisional wanita Maroko yang dijadikan rahasia kulit cantik alami dan awet muda.

Beberaa manfaat lain dari minyak argan:

  1. Membuat kulit tampak lebih muda, kencang, halus, dan berkilau.
  2. Karena kandungannya yang kaya akan asam lemak essensial & sterol, minyak argan ini dapat pula berfungsi sebagai pelembab alami yang sangat mudah diserap kulit tanpa menimbulkan rasa berminyak
  3. Kandungan Triterpenoids dalam minyak argan berfungsi sebagai nutrisi kulit agar tidak kering
  4. Efektif melindungi kulit dari kotoran dan sengatan sinar matahari
  5. Merawat rambut agar lebih lebat, kuat, dan berkilau
  6. Merawat kulit kepala
  7. Memperkuat kuku rapuh, memperbaiki kuku rusak dan mudah patah
  8. Mengatasi flek hitam, bekas luka, serta bekas parut di seluruh bagian kulit
  9. Menghilangkan selulit dan strechmark setelah melahirkan
  10. Mencegah selulit dan strechmark saat hamil.

Minyak argan ini kaya akan vitamin E, bahkan kandungannya 3x lebih banyak dari minyak zaitun 100% natural. Nah, tunggu apalagi? Buat perempuan, untuk aset masa depan, untuk membahagiakan suami. Segera pesan dan gunakan Madre Argan Oil.

Informasi & pemesanan :
WA : 085228345784
PIN BB : 7F07D807

Anak Selamanya

Meski tubuhmu semakin besar, gelarmu semakin banyak, ilmu-mu semakin tinggi,kedudukanmu semakin terhormat, hartamu berlimpah, wahai anak, engkau tetaplah anak di mata kedua orang tuamu (Ibu Wirianingsih)

Anak. Sampai kapanpun tetaplah seorang anak. Walaupun telah menjadi seorang ayah atau ibu, dia tetaplah anak di mata orang tuanya. Yang mana orang tua akan terus rela berkorban meski sang anak sudah berkeluarga. Yang mana orang tua akan rela melakukan apapun untuk kebahagiaan anak. Iya bukan?

Anak. Sejak dalam kandungan mungkin sudah merepotkan orang tua. Bahkan sampai tua-pun, saat orang tua masih ada, anak tetaplah anak yang akan terus merepotkan orang tua.

Kadang suka sedih mengingat diri ini yang masih sering mengabaikan orang tua, masih sering membentak dan menyakiti orang tua. Sedih. Menangis. Tapi mungkin itulah manusia. Ketika minta tolong maunya segera ditolong, tapi giliran dimintai tolong malas-malasan melakukan. Padahal yang namanya orang tua, biarpun dalam keadaan sibuk akan tetap menolong anaknya semampu yang ia lakukan. Tapi anak? Menunda, membentak. Astaghfirullah..

Allah.. jadikan kami dan anak-anak kami menjadi insan yang berbakti penuh kepada orang tua.

 

Memeluk Mimpi

Tiada yang lebih berharga dari hidup ini selain hidayahNya yang teramat mahal. Menggadaikan diri di jalan dakwah, serta bertekad untuk menjadi penjaga ayat-ayat langitNya.

Sejenak merenung tentang secuplik perjalanan hidupku untuk menjadi bagian dari penjaga itu. Flashback. Sejak kecil, aku sudah belajar Al Qur’an, tapi mungkin semuanya berjalan secara alami. Orang tuaku tak pernah memaksaku. Entah apa yang mendorongku, yang kutau dan yang kuyakini saat itu, bahwa kitab umat Islam adalah Al Qur’an, dan aku merasa bahwa aku harus mempelajarinya.

Setiap hari, aku rajin ke mushola, sholat berjama’ah kemudian ngaji Al Qur’an di depan ustadz bersama teman-teman. Ketika ada sehari bolong saja, rasanya menyesal luar biasa, tertinggal dari yang lain.

Aku dibesarkan dari keluarga NU, yang aku tau, bahwa ada semacam tradisi yang tidak sreg di hati tentang Al Qur’an ini. Banyak di antara mereka yang mempelajari tajwid, bahkan mengajarkannya kepada orang lain, namun yang sering pula aku jumpai, bacaannya masih banyak yang kacau. Maka, ‘pertempuran’ pun terjadi dalam hatiku.

Di satu sisi, hanya di situlah tempatku belajar, di sisi lain aku merasa butuh tempat yang lebih baik lagi. Akhirnya aku putuskan untuk tetap bertahan dengan terus berusaha memperbaiki kualitas bacaan. Masa SD, SMP, hingga SMA, kemampuan menghafal begitu cepat meski waktu itu aku belum begitu paham esensi sesungguhnya. Tapi aku akui, hafalanku dari SD hingga SMA itu masih melekat hingga sekarang.

Sekitar awal tahun 2009, aku dipertemukan Allah dengan sebuah keluarga yang senantiasa menjaga ayat-ayatNya. Dari sanalah, aku mendapatkan banyak nasehat, petuah, atau apapun itu, hingga akhirnya aku bertekad untuk memperbaiki bacaan dan menghafalkannya kembali dari awal, dengan harapan, kualitas hafalanku semakin baik.

Di tengah-tengah aktifitasku yang bisa dibilang tiada jeda, aku sempatkan belajar Al Qur’an, privat dengan seorang ustadzah. Apresiasi positif dari ustadzah, karena memang perkembanganku luar biasa pesat, begitu katanya. Semua itu membuatku semakin terpacu untuk lebih baik lagi, dan berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu tahfidzul Qur’an.

Aku mulai melukisnya dalam sebuah goresan pena di kanvas mimpi-mimpiku, lalu aku menghujamkan dengan amat kuat dalam hati. Aku susun langkah-langkah yang akan aku jalani untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu, tak lupa doa terus kupanjatkan. Berbagai kejutan pun didatangkan oleh Allah. Hampir setiap saat aku dipertemukan dengan orang-orang yang juga senantiasa menjaga ayat-ayatNya. Dan semua itu, membuat keinginanku semakin membuncah.

Bermimpilah, dan Allah akan memeluk mimpi-mimpimu. Paling tidak, itu salah satu hal yang sangat aku yakini. Bermimpi, berikhtiar, dan menyandarkan hanya kepadaNya.

Kekonyolan Yang Menyalutkan

Judulnya aneh ya? Ahh biarin, hehe..

Hari ini, untuk pertama kalinya, Farid pup seperti layaknya orang dewasa. Lama dia ngejan, ada nangis dikit tapi ngga rewel apalagi nangis kejer. MasyaAllah, anak ini dari bayi merah emang jarang banget nangis, apalagi kejer. Kalopun nangis kejer pasti ada alasan kuatnya.

Cukup lama aku menunggunya hingga selesai. Sambil memberi semangat, aku kipasi dia yang mulai mengeluarkan banyak keringat. Aku urut-urut dan elus-elus perut dan punggungnya. Entah kenapa tiba-tiba aku teringat perjuangan melahirkan dia. Berjuang mengeluarkan sesuatu dengan tenang. Aku bantu dia untuk mendapatkan posisi nyaman, searah gravitasi. Sambil terus kebayang-bayang proses lahiran dulu. Haha.. Konyol ya?

Tapi aku saluuutt banget dengan Farid ini. Tenaaaanngg sekali, masyaAllah.. Berubah-ubah dari berbagai posisi untuk memberi kenyamanan, hingga akhirnya dia kelelahan dan tertidur di atas perut  dengan posisi tengkurap. Aku tunggu agak pules, lalu aku tidurkan untuk segera mengganti clodi-nya. Namun saat hendak mengganti, dia masih mengeluarkan kotoran sambil tertidur dan tanpa mengejan. Hihi.. geli tapi juga kebauan. Terus aku bersihin dan aku tarik-tarik. Wow, elastis sekali. Tapi lega dan bahagia akhirnya kotorannya keluar juga, banyaaakkk 😀

Sampe tulisan ini selesai dibuat, Farid masih pules banget. Kayak pulesnya aku dulu waktu abis ngeluarin Farid dari perut 😀

Tetap sholih ya Nak, dan sholihkan Ayah Bunda.

Hidup di Desa

IMG-20140531-WA0008Dulu waktu masih tinggal di Jogja suka heran kalo Bunda-nya Syakila ke Jogja ribut ngajakin ke PH. Sekarang gantian aku yang tinggal di desa, akhirnya ngrasain juga. Kemaren sempet diajakin suami & adek-adek ke pizza-pizzaan di Madiun, tapi ternyata rasanya juwauuuuuuuhhhh dari yang dibayangkan. Yah mau kecewa kok gimanaaaa gitu. “Rasanya malah lebih enak roti yang kita beli di depan Hyp*rmart dulu ya?”, kataku ke suami.

“Ya gini kalo hidup di desa, pizza-nya begitu, lesenannya begitu, mau nyari ini nyari itu ga segampang hidup di kota”, kata suami. Mungkin lagi menghiburku.

Tapi ya aku tetap bersyukur, meskipun ini tidak sesuai rencana yang kami susun di awal. Karena yakin, inilah jalan terbaik yang dipilih Allah untuk kami, agar kami lebih bisa memberikan manfaat untuk umat, lebih mudah dalam birul walidain (baik sama mertua maupun sama orang tua sendiri), belajar srawung lebih banyak, belajar kaleeeeemmm (karena emang ‘komunitas’ baru di sini lurus-lurus, hehe..), dan masih banyak hal lain yang sangat sayang kalo tidak disyukuri.

Sebenernya, aku ini orang desa yang (pernah) hidup di kota, cuma 10 tahun tapi telah mengubah banyak hal. Ketika kembali ke desa lagi, ternyata tetep butuh waktu yang tidak sebentar untuk beradaptasi. Daaann, ketika suatu saat ke kota (wabil khusus ke Jogja), mendadak aku jadi orang norak bin alay 😀

~Udah curhatnya gitu aja. Sekalian ngobatin pacar yang katanya lagi kangen tulisanku 😛

Niat Baik & Memperbaiki Niat adalah awal dari semua keberuntungan. Dikatakan amal saleh yang berbalas Surga jika dimulai dengan Niat karena الله.